Menopause? Siapa Takut!

Posted on

Dokter mendefinisikan menopause sebagai titik saat wanita tidak mengalami periode haid bulanan selama 12 bulan. Proses tsb merupakan hasil dari penurunan progresif hormone estrogen. Permulaan dari menopause ditandai dengan perimenopause, dan periode setelah menopause disebut postmenopause. Meskipun menopause sering dipandang sebagai tanda permulaan usia tua, mayoritas wanita saat ini di negara berkembang bisa berharap untuk hidup lebih dari sepertiga dari kehidupan mereka setelah menopause. Menopause sendiri merupakan proses biologis, bukan penyakit medis.

Selamat menopause, fluktuasi kadar estrogen bisa menyebabkan gejala seperti berkeingat pada malam hari, rasa panas di dalam tubuh, insomnia, kekeringan pada Miss V, kesulitan berkonsentrasi, dan bertambahnya berat badan. Beberapa wanita ada yang mengalami sedikit gejala menopause, ada yang tidak sama sekali, dan ada juga yang mengalami gejala yang parah yang menyebabkan ketidaknyamanan.

Menopause juga bisa mempengaruhi peluang seorang wanita terkena beberapa penyakit. Sebelum menopause, hormon pada wanita melindunginya dari sakit jantung, tapi setelah menopause perlindungan tsb akan hilang. Sekitar umur 55 tahun, wanita yang meninggal karena sakit jantung jumlahnya kira-kira sama dengan pria. Sebagai tambahan, kehilangan massa tulang secara bertahap yang dialami kebanyakan wanita dari usia 30 tahun secara drastis akan meningkat saat menopause. Kehilangan massa tulang ini, atau osteoporosis, meningkatkan resiko patah tulang, yang mana bisa menyebabkan cacat dan nyeri.

Untuk meringankan gejalanya, dan untuk menghindari terkena penyakit kronis, para wanita dianjurkan untuk menjalani gaya hidup sehat dan mencoba beberapa pendekatan, seperti merubah pola makan, olahraga, dan mengonsumsi obat herbal.

Kaitan Dengan Nutrisi

Diet sehat bisa membantu meringankan gejala menopause dan mengurangi resiko terkena penyakit kronis. Berikut beberapa strategi yang patut Anda coba:

Mengonsumsi makanan yang diketahui dapat mengurangi gejala menopause. Cobalah pola makan yang kaya akan gandum utuhh, buah-buahan, sayuran, dan rendah lemak jenuh. Dengan begitu, kebutuhan serat, vitamin, mineral, dan bioflavanoid dalam tubuh Anda terpenuhi. Makanan tinggi serat seperti biji rami juga mengandung lignans, sebuah phytoestrogen yang membantu mengurangi rasa panas di dalam tubuh.

Hindari makanan yang bisa memicu bertambah parahnya gejala. Ada beberapa makanan yang bisa memperburuk gejala menopause, seperti alkohol, kola, coklat, dan makanan pedas.

Jangan lupakan kacang kedelai. Penelitian menunjukkan bahwa produk yang mengandung kacang kedelai dapat mengurangi rasa panas dalam tubuh. Produk berbahan baku kacang kedelai mengandung tipe phytoestrogen bernama isoflavone, yang mana mempunyai efek estrogenic lemah dalam tubuh. Produk yang berbahan baku kacang kedelai misalnya adalah tahu, minuman kacang kedelai, dan protein dari kacang kedelai. Isoflavon baik jika didapat dari makanan, tapi tidak dianjurkan jika dari suplemen.

Vitamin E. Bagi beberapa wanita, vitamin E dapat membantu mengatasi rasa panas dalam tubuh. Konsultasikanlah pada dokter mengenai penggunaan suplemen vitamin E; lebih dari 400 mg per hari tidak disarankan.

Selain Pola Makan

Beberapa penyesuaian gaya hidup dapat membantu Anda untuk melewati menopause. Berikut rekomendasinya:

Olahraga secara berkala. Olahraga berkala dapat membantu menimalisir perubahan mood dan rasa panas dalam tubuh. Setidaknya berolahragalah 30 menit selamat 4-5 kali seminggu.

Belajar teknik relaksasi. Deep breathing, yoga, dll dapat membantu meredakan gejala yang ada.

Pertimbangkan pengobatan herbal atau medis. Meskipun belum ada penelitian klinis besar-besaran yang membuktikan pengobatan herbal, tidak ada salahnya jika Anda mencobanya.

Sumber: deherba.com